Robert Dynic (FEB/Manajemen)

Sabtu, 10 November 2018 - 08:40 WIB
Diposting oleh: perpustakaan - Kategori: Buah Karya

Jayalah UNISMA. Hiduplah perpustakaannya

Perpustakaan adalah suatu wadah untuk membuka jendela pengetahuan bagi para insan di bumi ini. Apa lagi perpustakaan sudah menjadi organ bagi institusi pendidikan. Jika dalam sebuah institusi pendidikan tidak ada perpustakaannya maka itu perlu di pertanyakan, bagaikan organ tubuh Manusia perpustakaan sebagai jantung jika sudah tidak mempunyai jantung maka kita tidak bisa apa-apa. Universitas Islam Malang atau yg dikenal dengan sebutan UNISMA Malang adalah salah satu kampus hijau kampus Nahdlatul ulama terbesar di Indonesia bahkan di dunia dengan semboyannya UNISMA DARI NU UNTUK INDONESIA DAN PERADABAN DUNIA maka tidak harus ditanyakan dan tidak harus di ragukan lagi di dalamnya apa lagi perpustakaannya,  perpustakaannya memang tak semegah perpustakaan yg ada di kampus-kampus yg ada di Indonesia akan tetapi perpustakaan UNISMA menyajikan buku-buku yang bermutu, berguna dan bermanfaat bagi pribadi mahasiswanya, saya mengingat perkataan Ny. Hj. Fadillah hunaini beliau berkata "bukan seberapa banyak kamu membaca buku akan tetapi seberapa besar buku merubah hidupmu", perkataan memang simpel tetapi memiliki arti yang luar biasa, sama halnya dengan perpustakaan kita UNISMA jika saya boleh mengatakan "jangan tanyakan seberapa megah perpustakaannya tapi tanyakan seberapa besar perpustakaannya mengubah para mahasiswanya". Di perpustakaan UNISMA bukan hanya menyajikan buku-buku megah akan tetapi tempat yg sangat strategis bagi pembaca dan penulis karena perpustakaannya jauh dari hiruk pikuk celotehan mahasiswa sehingga menciptakan lingkungan aman, tentram dan damai. Mengutip pernyataan Imam Al-Ghazali: Kalau kamu bukan anak ulama besar, bukan pula anak seorang raja, maka menulislah. Begitulah kira-kira apa yang disampaikan Imam Al-Ghazali kepada kita tentang urgensi menulis ilmu. Semua pasti sepakat jika para ilmuan Barat dan Islam dikenal karena karyanya yang fenomenal. Sebut saja, Aristoteles, Plato, Karl Marx, Al-Farabi, Ibnu Rusyd, dan Al-Ghazali adalah segelintir orang yang membuktikan dirinya layak disebut intelektual dengan buku-buku yang dihasilkannya. Sudah jelas pernyataan dari ilmuwan-ilmuwan besar di atas maka dari itu mulailah dari sekarang ciptakan perubahan di sekitar kalian jika tidak mampu  di sekitarnya ciptakan  perubahan pada diri sendiri lalu tebarkan kebaikan pada banyak orang, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Ada perkataan ilmuwan yg sangat memotivasi pada diri saya "jika kamu ingin mengenal dunia maka membacalah jika dunia inginMengenalmu maka menulislah.

"SEGELAS KOPI DI TEPI PUJON KIDUL"

Oleh : Robert Dynic*

 

Sore itu aku datang 

Seperti sepasang insan

Bertemu dalam pelukan tuan

Menunggu angin membawa pulang

Dari Pujon sana lambaian menyuruk, mataku susup, kopi hangatku lalu mengangguk, lambaian itu lenyap sambil berucap "setelah kopi ini apa yang bisa dibayangi ?"

Pada segelas kopi 

Kusimpan pecahan perjalananku

Membayangkan utuh

Suatu yang tak ada

Suatu yang membayang

Di antara jarak membentang

 

Pujon kidul 20 Oktober 2018