[ RINGKASAN SHARING SESSION #2 ] “Bincang Buku dan Proses Kreatif Dunia Kepenulisan”

[ RINGKASAN SHARING SESSION #2 ] “Bincang Buku dan Proses Kreatif Dunia Kepenulisan”

Narasumber : @akhmad_mustaqim16
Penulis Buku Idealis Tanpa Batas

Semua orang bisa saja jadi penulis. Seperti dalam Surah Al-Iqra yang memerintahkan kita untuk membaca, memang tugas kita sebenernya itu untuk membaca. Menulis itu hanya bonus dari hasil kita membaca.

Jadi, dasar kepenulisan itu sebenarnya dari membaca. Bacaan yang kita baca akan mempengaruhi pola pikir kita. .

“Menulis itu berasal dari hal yang sebenernya tidak saya tahu, yang membuat saya penasaran sehingga mencari tahunya”.

Dalam menulis jangan pernah menganggap kita lebih mampu atau merasa punya pengetahuan lebih. Dan kita harus punya fokus.

Misalkan kita ingin menulis cerita diksi tentu saja fokus bacaan kita pada buku fiksi dan jika tentang essay fokus bacaan kita ya mengenai essay. .

Lalu dalam menulis jangan pernah memikirkan tentang eksistensi atau ingin cepat kaya. Pemikiran tersebut harus dihapuskan. Kalau mau menulis jangan pernah pikirkan pembacanya, tuangkan saja isi pikiran kalian. Karena sejatinya menulis itu melawan diri.

Banyaklah diskusi dengan orang yang sepemikiran agar lebih terbuka wawasan kita.
“Saya orang yang mudah lupa dan menulis merupakan media saya untuk merekam setiap momen.

Menulis itu memperhalus perasaan, mempertajam pengetahuan, memperluas wawasan..

Kadang kita merasa belum pantas menulis karena tidak banyak bacaan..
Tapi sebenarnya membaca dan menulis itu beriringan..

Orang yang membaca belum tentu menulis. Namun, siapa yang menulis sudah pasti membaca.. #readforhumanity
#iqrforhumanity
#iqrfoundation
#iqrmalang

View this post on Instagram

[ RINGKASAN SHARING SESSION #2 ] "Bincang Buku dan Proses Kreatif Dunia Kepenulisan" Narasumber : @akhmad_mustaqim16 Penulis Buku Idealis Tanpa Batas . Semua orang bisa saja jadi penulis. Seperti dalam Surah Al-Iqra yang memerintahkan kita untuk membaca, memang tugas kita sebenernya itu untuk membaca. Menulis itu hanya bonus dari hasil kita membaca. . . Jadi, dasar kepenulisan itu sebenarnya dari membaca. Bacaan yang kita baca akan mempengaruhi pola pikir kita. . . "Menulis itu berasal dari hal yang sebenernya tidak saya tahu, yang membuat saya penasaran sehingga mencari tahunya". . . Dalam menulis jangan pernah menganggap kita lebih mampu atau merasa punya pengetahuan lebih. Dan kita harus punya fokus. . . Misalkan kita ingin menulis cerita diksi tentu saja fokus bacaan kita pada buku fiksi dan jika tentang essay fokus bacaan kita ya mengenai essay. . . Lalu dalam menulis jangan pernah memikirkan tentang eksistensi atau ingin cepat kaya. Pemikiran tersebut harus dihapuskan. Kalau mau menulis jangan pernah pikirkan pembacanya, tuangkan saja isi pikiran kalian. Karena sejatinya menulis itu melawan diri. . . Banyaklah diskusi dengan orang yang sepemikiran agar lebih terbuka wawasan kita. "Saya orang yang mudah lupa dan menulis merupakan media saya untuk merekam setiap momen. . . Menulis itu memperhalus perasaan, mempertajam pengetahuan, memperluas wawasan.. . . Kadang kita merasa belum pantas menulis karena tidak banyak bacaan.. Tapi sebenarnya membaca dan menulis itu beriringan.. . . Orang yang membaca belum tentu menulis. Namun, siapa yang menulis sudah pasti membaca.. #readforhumanity #iqrforhumanity #iqrfoundation #iqrmalang

A post shared by IQR Regional Malang (@iqr_malang) on