Web Analytics
Langsung ke konten utama
Perpustakaan dan Kearsipan Universitas Islam Malang
EN
Berita

Peringati Bulan Bahasa, Unisma Bedah Sejarah Gajah Mada

Perpustakaan Pusat
Universitas Islam Malang (Unisma)
bersama Badan Eksekutif Mahasiswa
(BEM) Unisma memanfaatkan momen
Bulan Bahasa untuk memperkuat literasi
di kalangan generasi milenial. Bertempat
di Ruang Literasi lantai 1 Perpustakaan
Unisma, kemarin (2/12) mereka mengadakan acara Bincang Kebudayaan
dan Bedah Buku PU Gajah Mada.
Kegiatan bertajuk Menyingkap Pembelokan Sejarah Era Kolonial itu dihadiri Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri
MSi dan Ketua PP Lembaga Seniman
Budayawan Muslimin Indonesia
(Lesbumi) PB NU KH Agus Sunyoto.
Hadir juga Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid
PhD secara virtual.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
BEM Unisma M. Afnani Alifian mengungkapkan bahwa ada tiga tujuan digelarnya kegiatan ini. Yakni memperkuat
pengetahuan sejarah, utamanya yang
berhubungan dengan Kerajaan Majapahit dan penyelewengan sejarah Gajah
Mada. Kemudian, mereka ingin merefleksi kembali perjalanan sejarah yang
sudah terjadi.
”Selain itu, kami berusaha mengajak
teman-teman dari generasi milenial
agar memahami kondisi (sejarah)
yang benar-benar riil,” jelas anggota
pelaksana Bincang Kebudayaan dan
Bedah Buku PU Gajah Mada itu.
Presiden Mahasiswa BEM Unisma
Ahmad Faruuq menambahkan, tujuan
lain dari kegiatan itu adalah mengambil
spirit persatuan yang rentan perpecahan. ”Bahwa negara kita adalah negara
beradab. Ke depan kami berharap
PB NU bisa mendokumentasikan dalam bentuk film,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Rektor
Unisma Prof Dr H Maskuri MSi mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut
merupakan agenda yang strategis
untuk membangkitkan semangat dari
generasi muda dalam mengenal sejarah. ”Dan kami sebagai akademisi
dan pelajar menyimak seluruh perjalanan yang telah dilakukan oleh
para tokoh pendahulu,” kata Maskuri.
Di bidang literasi, pria asal Tuban
itu menuturkan bahwa mahasiswa
Unisma juga mulai merintis pojok
literasi di penjuru Malang Raya. Salah
satunya yakni pojok literasi yang telah
dibangun BEM Unisma di Kecamatan
Sumbermanjing Wetan, Kabupaten
Malang. ”Karena literasi itu sangat
penting. Maka kegiatan untuk memperkuat (literasi) seperti ini harus
terus dikembangkan, kalau bisa
setengah bulan sekali,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua PP Lesbumi
PB NU KH Agus Sunyoto menyampaikan
bahwa kegiatan ini merupakan bedah
buku pertama pada buku ketiga yang
membahas tentang PU Gajah Mada.
”Ini juga merupakan sentra baru dalam
penulisan sejarah. Di mana sejarah
tidak harus ditulis dengan cara ilmiah,
tetapi bisa juga (disampaikan) melalui
diksi yang (mudah diterima) dan
disertai data. Bukan sekadar imajinasi,
tetapi juga ada dasar epistemologinya,”
katanya

Bagikan artikel